Posting ulang pikiran 26 Juni 2008
Feminisme sesuai dengan agenda depopulasi elit berkuasa. Sejak tahun 1963 ketika, “The Feminine Mystique” diterbitkan, kita telah mengalami kehancuran yang tidak pernah terjadi sebelumnya dalam keluarga. Semakin banyak bayi lahir diluar pernikahan; jumlah Single Parent berlipat. Dalam bukunya, “The Broken Hearth”, William Bennett menulis, “Sebagian besar penyakit sosial kita, kejahatan, jumlah narapidana, pendidikan rendah, penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan, depresi, sexual transmitted disease (STD) / penyakit yang menular via seks, adalah manifestasi, langsung atau tidak langsung dari kehancuran sistem keluarga di Amerika”.
Bukanlah satu loncatan besar bagi J. D. Rockefeller setelah menguasai industri minyak dunia, industri farmasi, dan perbankan lalu ingin menguasai dunia secara keseluruhan. Ini adalah alasan mengapa ia dan yayasannya berada di garis depan dalam proyek kontrol populasi dan gerakan “Eugenics”. Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi penduduk bumi karena logika sederhananya semakin sedikit apa yang ada untuk Anda dan saya, semakin banyak apa yang tersedia bagi Rockefeller dan kroninya (dalam hal sumberdaya / uang).
Elit tata dunia baru menyukai Birth Control. Warren Buffet, Bill Gates, Ted Turner adalah beberapa dari elit yang sangat kaya yang telah menyumbangkan milyaran untuk proyek penyebaran propaganda penggunaan KB, kontrasepsi, aborsi melalui PBB dan badan bantuan Amerika. Dalam 50 tahun terakhir, milyaran uang publik telah digunakan dalam kampanye “Keluarga Berencana” didesain untuk membatasi populasi dengan penipuan dan paksaan (deceit and coercion), antara lain di dalamnya aborsi wajib (compulsory abortion) / dan INFANTICIDE (pembunuhan bayi).
Untuk tujuan kontrol populasi juga, Elit berkuasa (Rockefeller / Shadow government), berada di belakang propaganda “Sexual Liberation” dan “Gay Liberation”. Dengan cara pendanaan NGO —- contoh Fatayat NU didanai FORD FOUNDATION untuk proyek training angkar rumput soal reproduksi, hak perempuan, pluralisme -— dan kontrol Media, mereka memaksa kita untuk menilai seks sebagai rekreasi dan atau hanya sebagai physical release bukannya satu ekspresi kesatuan spiritual dalam ikatan sakral pernikahan yang menghasilkan keturunan.
Modus Operandi Elit berkuasai adalah mendanai dan mempromosikan minoritas yang tidak puas untuk mendestabilisasi dunia. Salah satunya dengan mempromosikan Feminisme — dengan logika buatan seolah wanita dalam kewanitaan nya adalah dalam penjajahan sistem sosial yang patriakis. Feminisme berpura-pura sebagai satu ide tentang pemberian kesempatan sama di tempat kerja padahal aslinya adalah proses kulturisasi/ mild propaganda agar wanita tidak merasa perlu lagi memiliki peran sebagai ibu / memiliki karakter keibuan.
Bibelnya Feminisme moderen, buku karangan Betty Frieden, “The Feminine Mystique” (1963), membuat perbandingan yang mengejutkan antara ibu rumah tangga dan tawanan kamp konsentrasi Nazi:
“Mereka direduksi oleh perhatian seperti anak kecil akan makanan, eliminasi, kepuasaan primitif kebutuhan tubuh; mereka tidak memiliki privasi, tidak juga stimulasi dari dunia luar. Namun lebih dari semua itu, mereka dipaksa untuk menghabiskan hari-hari mereka dalam pekerjaan yang hanya menciptakan kelelahan… pekerjaan yang tidak memerlukan konsentrasi mental (pikiran) dan tidak memberikan harapan akan kemajuan atau pengakuan, kadang tanpa arti, dan dikontrol oleh kebutuhan orang lain..” (306).
Jelas Frieden sedang bicara soal para ibu. Membandingkan pengasuhan anak-anak mereka dengan perbudakan brutal dan korban kamp konsentrasi adalah satu bentuk perang propaganda dalam bentuk yang paling iblis. Frieden, yeng menyembunyikan dirinya sebagai aktifis komunis yang dibayar, harusnya dikecam sebagai Mother Hate Monger. Namun sebaliknya dia malah menerima penghargaan dari universitas Harvard dan Columbia. Majalah Saturday Review menyebut bukunya, “ilmiah, cocok untuk studi serius” dan seorang Antropholog Ashley Montegu menyebutnya sebagai, “yang paling jujur, paling masuk akal, perlakuan yang paling mengerti dan intim akan masalah wanita Amerika terbesar”.
Apakah Anda perlu bukti lain bahwa dunia ini adalah satu perusahaan yang mana pemiliknya adalah Rockefeller dan kabalnya? Mereka menentukan politisi mana, dan Universitas serta Akademi mana yang akan mendapatkan sumbangan, Buku-buku mana yang akan dibantu diterbitkan dan diberikan ulasan, film mana yang akan dibuat. Mereka tidak ingin kita melihat kaca yang tidak mereflesikan realitas. Makanya kita cenderung skeptis pada apa yang berbau konspirasi. Mengapa juga bahan bacaan seperti ini tidak mendapatkan publikasi di sisi lain Eve Eisler sedang membacakan drama pornografiknya “The Vagina Monologues” di channel HBO. Drama ini yang memperlihatkan perempuan memandangi bagian genitalnya dengan kaca tangan dan mengambarkan adegan seks lesbian berpura-pura sebagai satu pemberdayaan feminis yang sesungguhnya satu propaganda ajakan kepada Lesbianisme.
Feminisme sesuai dengan agenda depopulasi elit berkuasa. Sejak tahun 1963 ketika, “The Feminine Mystique” diterbitkan, kita telah mengalami kehancuran yang tidak pernah terjadi sebelumnya dalam keluarga. Semakin banyak bayi lahir diluar pernikahan; jumlah Single Parent berlipat. Dalam bukunya, “The Broken Hearth”, William Bennett menulis, “Sebagian besar penyakit sosial kita, kejahatan, jumlah narapidana, pendidikan rendah, penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan, depresi, sexual transmitted disease (STD) / penyakit yang menular via seks, adalah manifestasi, langsung atau tidak langsung dari kehancuran sistem keluarga di Amerika”.
Disarikan dari artikel Henry Makow Ph.D “Feminism and the Elite Depopulation Agenda”
Comments
Post a Comment